Sejarah 3.000 Tahun Lalu Berlanjut di The Westin Surabaya

SURABAYA, kulinerjatim.com – Asal-usul kue bulan dapat ditelusuri ke lebih dari 3,000 tahun yang lalu. Namun, baru pada Dinasti Yuan (tahun 1271 hingga 1368) kue manis ini menjadi identik dengan Festival Pertengahan Musim Gugur yang penuh berkah – salah satu dari empat hari libur penting dalam kalender Tionghoa yang diadakan pada hari ke-15 bulan ke-8 tahun tersebut.

Kue bulan terbuat dari kue yang manis dan padat dengan beragam pilihan isian lezat, seperti pasta kacang merah, wijen, atau biji teratai, yang dipanggang dengan cara tradisional. Bagian atasnya terdapat ukiran timbul dengan pola khusus sebagai simbol sentimen keberuntungan, seperti ‘umur panjang’ dan ‘harmoni’.

“Isian kue ini juga sering ditambahkan dengan sebutir (atau dua butir, jika Anda beruntung!) kuning telur bebek asin utuh yang melambangkan bulan purnama,” ungkap Complex Director of Marketing Communications, The Westin Surabaya and Four Point by Sheraton pakuwon Indah, Firman Indra Rusindriansyah

Untuk pertama kalinya Tim Kuliner The Westin Surabaya mempersembahkan kue bulan Snow Skin untuk keluarga, teman, dan tamu. Tidak seperti kue bulan tradisional pada umumnya, Kue Bulan Snow Skin tidak dipanggang dan berasal dari Hong Kong pada tahun 1960-an sebagai alternatif yang lebih sehat.

Kue Bulan Snow Skin mengandung bahan-bahan yang rendah gula khas The Westin Surabaya, yang mengandung lebih sedikit gula, menjadi alternatif menu pilihan Eat Well yang lebih sehat. Meski disajikan dengan kreasi yang berbeda, Kue Bulan Snow Skin tidak melepas tradisi dan makna kekeluargaan, cinta, serta indahnya rasa berbagi dalam perayaan festival ini.

“Rasa Kue Bulan Snow Skin mewakili kenangan masa kecil kami dan makna berkumpul bersama teman dan keluarga sepanjang tahun. Baik itu rasa dan aroma buah jeruk yang diberikan oleh nenek, atau gigitan roti puding pertama saat masih kecil. Setiap varian rasa dibuat untuk memanjakan indera dan membantu kami menghidupkan kembali kenangan-kenangan indah itu,” ugkap Complex Director of Culinary Twedi Martatna, The Westin Surabaya and Four Point by Sheraton pakuwon Indah.

Mooncake White Lotus, representasi klasik kue bulan dari Tiongkok, merupakan salah satu pilihan paling favorit dan populer di kalangan para tamu. Bahan-bahan sehat dari pasta biji teratai putih, biji melon, sirup emas, dan minyak kacang sangat cocok bagi pecinta rasa tradisional. Para tamu juga dapat memilih variasi penyajian Mooncake White Lotus panggang dengan atau tanpa tambahan kuning telur.

Set hadiah berisi empat buah kue bulan juga akan disajikan dalam kotak dengan motif dekoratif yang mewakili inti nuansa Festival Pertengahan Musim Gugur, seperti harmoni, kedamaian, dan umur panjang. Selain itu, kue bulan juga tersedia dalam kemasan tas multifungsi elegan yang dapat digunakan kembali untuk aktivitas sehari-hari.

Tas tersedia dalam berbagai pilihan warna, seperti ungu lavender, sunset coral, daun mint, dan biru laut. “Semua jenis dan varian rasa kue bulan tersebut dapat dibeli secara langsung di The Westin Surabaya ataupun melalui situs web,” tutup Twedi Martatna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here